-
Interview Kerja = Diinterview Calon Mertua.. Pakai Baju Apa Yahhh ?
Pagi-pagi baru melek, aku liat lhooo ada sms yang tanya kalau mau interview harus pakai apa. Aku ngakak lhooo, soalnya yang tanya ini aku tau banget, beliau kan udah senior, udah okay banget.
Pun ternyata masih tanya lagi. Duhhh, padahal kan aku udah ndak terlalu main di urusan perbusanaan sebenernya. Tapi ternyata yah sudah lah, susah orang buang ingatannya ke kita, biarpun sudah berapa taun yang lalu.
Sebelum aku telepon kembali, aku jadi mengingat kebelakang beberapa waktu yang lalu. Interview kerja memang yang paling gak ngenakin, sama persis kayak kalau kita mau diinterview calon mertua. Rasanya serba salah.
Ooops, gara-gara teringat mau diinterview mertua ini, langsung aku ingat...passwordnya satu : "nyaman".
Akhirnya aku telepon deh ke Ibu yang sms aku pagi-pagi..., rupanya beliau sudah tunggu jawaban aku. Mudah-mudahan aku ndak salah yah. Aku pertama kali cuma tanya : perusahaannya bergerak dibidang apa, jabatan yang mau beliau tuju, yang interview siapa, busana yang ada di pemikirannya apa, dan jam berapa interview nya.
Karena menurut aku, busana buat interview itu kalau ke perusahaan yang bersifat formal-konservatif seperti perbankan, lawfirm, accountant public dan government ya sudah pasti pakai rok yah dan warnanya pun harus yang formal, artinya cenderung gelap. Juga soal potongan busana juga jangan yang neko-neko berumbai-rumbai bala-bala gityu kalii... cukup yang klasik...xixixiiii...pastinya aku arahin gitu, secara aku memang pengikut gaya klasik.
Tapi ternyata ndak salah-salah banget tuh, di artikel-artikel busana dari majalah-majalah dan internet busana buat interview pun sebaiknya kemeja lengan panjang dengan bisa dengan motif bergaris (halus motifnya tidak terlalu terang ) yang dipadukan dengan rok atau celana hitam.
Sebaiknya memang gunakan blazer, untuk menambah kesan serius dan mature, apalagi mesti kita sesuaikan dengan jabatan yang dituju dan siapa yang akan interview. Buat sepatu dan tas, disarankan senada, supaya rapi resmi dan kesannya profesional. Miss Matching ? Ndak apa-apalah....ada bagusnya kok.
Disesuaikan sama karakter perusahaannya, biasanya perusahaan-perusahaan yang lebih bersifat casual, akan lebih fleksibel. Seperti misalnya advertising, Event Organizer, dot.com dan lain-lain, rasanya kita bakal lebih mudah bereksperimen sama busana deeh.
Ketentuan nyamannya bisa dipakai dibeberapa tempat. Asal tetap rapih dan tidak mencolok. Biar bagaimanapun buat para wanita, sesantai-santainya perusahaan yang akan dikunjungi. Menurut aku siy, ndak berarti harus pakai busana yang 'mengumbar' aurat atau terlalu ketat. Kan kita bukannya mau main atau jalan-jalan. Dan Rapih - Sopan tetap jadi aturan main deh.
Eitts balik deh ke Ibu temanku itu, setelah bongkar persediaan bajunya, dan yang terpikir sama beliau, akhirnya ketemulah pasangan blazer yang branded, terus pasangan sepatu dan tas nya. Warnanya Dark Blue..dia kirim fotonya ke aku, woouw kerennn. Tapi ternyata ada bolong sedikit di saku atas blazernya, aku bilang, pasangin bros yang ndak bermata berlian aja., atau pakai scarf...(xixixiii...andalan aku). Akhirnya...sret sret..jadi deh kerenn.
Karena aku baca di handouts soal tata busana kerja mau interview, langkah-=langkah kecil yang pengaruhnya kuat buat tampil profesional itu : Tidak kusut, bebas cacat seperti bolong, bernoda atau berkerut, pilih yang menyerap keringat jadi ndak basah disekitar yang tidak kita inginkan.... Malu kan kalau ketauan kita grogi terus keringetan, padahal ruangan AC nya dingin bener.
Kenapa begitu? Soalnya kalau kita nyaman pakai busananya, tepat tempat pakainya, bikin kita lebih percaya diri.

Nah, menurut aku niy kalau busana sudah okeh, tapi kan busana ndak boleh kusut...bisa kok tertolong sama sikap tubuh kita yang benar (seperti lirik lagu 'dress for success'-nya Roxette). Bagaimana kita membawa diri kita, semakin kita yakin semakin akan terbaca oleh interviewer dan semakin kesannya terlihat positif, semakin besar kita akan diterima. Asal, kita tau atau sadar posisi ya, jangan tiba-tiba karena sikapnya kita sangat santun, atau terlalu tenang akan terbaca arogan atau pasif malah membuat kita jadi punya jarak dengan interviewer.
Kalau bisa, sampaikan kesan tenang dan menyenangkan. Tidak perlu buru-buru memperlihatkan kepintaran. Karena kenyataannya (walaupun tidak pada saat melamar kerja) kita akan merasa nyaman dengan orang yang tenang dan menyenangkan, walaupun mungkin tidak kita kenal sebelum kita melihat hal-hal lainnya.
Kenyataan di lapangan memang bisa berbeda-beda. Tapi menurutku, yang paling utama adalah menciptakan suasana 'nyaman' antara kita dan pemberi kerja dulu sebelum meningkat ke hal-hal lainnya. Dan usahakan kita bisa mengarahklan orang lain nyaman dengan kita. Caranya ? Mmmmmm menurut aku siy, ya kitanya menyamankan diri kita dulu, setelah itu baru kita menggiring interviewer pun nyaman menginterview kita. Caranya ? Ya pertama kali kita nyaman berbusananya, ndak saltum aja dulu...salah kostum, dan bersikap.
Kalau interview sama calon mertua ? Hahahahaaa.....samaaa aja deh, yang penting nyaman, kalau aku mau interview calon mantu....begitu ada calon mantu yang umbar aurat dan ndak sopan...wahhhh..corettttt....
Sumber: Perempuan.Com
Recent Comments